Proses Terbentuknya Aurora

Proses Terbentuknya Aurora

Proses Terbentuknya Aurora – Apakah kalian pernah melihat Aurora sebelumnya? Aurora sendiri sama dengan pelangi, tapi bebeda tempat dan proses pembentukannya. Aurora sendiri adalah pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer bumi yang selalu bergerak-gerak seperti gelombang di langit. Aurora sendiri terbentuk oleh interaksi medan magnetik bumi dengan partikel bermuatan yang bersumber dari matahari. Hampir setiap malam, aurora tampak terihat dekat dengan lingkaran Arktik dan Antartika yang berjarak sekitar 66,5 derajat utara dan selatan khatulistiwa. Selain itu, aurora Judi Slot Online biasanya terjadi di terjadi sekitar 97-1000 kilometer di atas permukaan bumi.

Penyebab Terjadinya Aurora

Aurora terjadi karena dipengaruhi oleh 3 faktor utama.

Sun spot
Yaitu area gelap hitam dan area dingin pada permukaan matahari tersebut. Sun spot atau fotosfer ini disebabkan karena adanya interaksi medan magnet matahari yang tidak sempurna terjadi.

Proton dan elektron,
Unsur-unsur tunggal pembentuk atom. Atom sendiri terdiri atas proton pada bagian intinya sedangkan elektron sendiri ada pada bagian terluarnya.

Kutub medan magnet
Pusat medan magnet bumi. Saat partikel masuk dan terjebak dalam udara, maka partikel itu akan terbawa angin menuju kutub medan magnet bumi.

Proses Terjadinya Aurora

Aurora terbentuk akibat atom yang saling bertabrakan dengan partikel yang mengandung terutama elektron dan proton yang berasal dari matahari tersebut. Partikel dari matahari ini akan terlempar dengan kecepatan lebih dari 500 mil per detik dan terhisap oleh medan magnet bumi di sekitar kutub utara atau kutub selatan. Selain itu, aurora ini juga dipengaruhi oleh angin matahari itu sendiri. Angin matahari ini adalah aliran partikel yang keluar dari matahari dan menggerakkan sebagian atau sejumlah besar muatan listrik dalam atmosfer.

Energi inilah yang nantinya akan mempercepat partikel menuju ke atmosfer bagian atas sehingga terjadi tabrakan dengan dalam berbagai gas yang ada. Di samping itu, variasi warna aurora sendiri berdasarkan tipe partikel gas yang telah bertabrakan. Aurora yang berwarna hijau terbentuk dari benturan partikel elektron dengan nitrogen, sementara aurora yang berwarna merah berasal dari benturan partikel elektron dengan muatan oksigen. Selain itu, ion yang mengenai atom hidrogen dan helium juga dapat menghasilkan warna aurora biru dan ungu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.